Indonesia
merupakan salah satu Negara penghasil kopi terbesar di dunia, namun kadang kala
limbah kulit kopi menjadi permasalahan lingkungan karena tidak ada pemanfaatan
dan pengolahan dari limbah ini menjadi produk yang dapat bermanfaat, biasanya
oleh masyarakat limbah ini hanya dibakar begitu saja padahal bila di olah
dengan benar limbah kulit kopi ini dapat meningkatkan nilai tambah dari limbah
itu sendiri. Menurut Zaenuddin dan Murtisari (1995) menyatakan bahwa protein
kasar yang terkandung dalam kulit kopi yaitu 10,4% dan ini hamper sama dengan
bekatul yang sering digunakan dalam ransum pakan ternak, untuk kandungan energy
metabolism dari kulit kapi yaitu 3,356 kkal/kg. Dalam proses fermentasi
digunakan Jamur Aspergillus Niger penggunaan
jamur ini akan menimbulkan terjadinya proses biokonversi (perubahan bahan organic
menjadi produk lain) senyawa organic yang terkandung dalam kulit kopi menjadi
protein sel sehingga mampu meningkatkan kandungan protein substrat melalui
fermentasi.
Bagimana cara
pembuatan pakan fermentasi itu? berikut
adalah cara pembuatannya:
Alat :
1. Timbangan
2. Terpal
3. Gelas ukur
4. pelastik penyimpanan
5. Plastik Penutup pelastik
penyimpanan
Bahan
1. Kulit kopi
2. Molases
3. air
4. Aspergillus Niger
Berikut adalah tahapan pembuatannya:
- Langkah pertama yang teman-teman lakukan adalah memepersiapkan alat- alatr dan bahan yanag akan digunakan.
- Langkah selanjutnya adalah menggelar terpal yangtelah di siapkan.
- Selanjynta menuangkan kulit kopi di atas terpal, setelah itu basahi dengan air hingga kulit kopibisa terbentuk ketika di genggam ini menunjukkan kelembaban dari kulit kopi tersebut berkisar antara 50% hingga 60%, dan merupakan lingkungan yang cocok bagi pertumbuhan jamur.
- Siapkan gelas ukur dan buat larutan antara molases, jamur aspergillus niger dan juga air, aduk perlahan hingga rata dan tunggu selama 15 meit untuk memaksimalkan pertumbuhan jamue sebelum dicampur ke kulit kopi.
- Setelah 15 menit larutan yang telah di but di campur kembali ke kulit kopi yang telah lembab tadi, di campur hingga rata.
- Siapkan pelastik penyimpanan yang akan digunakan, pastikan pelastik penyimpanan yang digunakan itu bersih.
- Masukkan kulit kopi yang telah dicampur tadi ke dalam plastik penyimpanan dan padatkan.
- Langkah selanjutnya adalah mengikat rapat plastik penyimpanan dan jangan lupa untuk melubangi plasti secukupnya karena ini merupakan proses fermentasi tentunya kita perlu menyediakan lubang hanya untuk keluarnya gas hasil fermentasi.
- Langkah terakhir adalah simpan di suhu ruang dan tunggu dua sampai 3 minggu hingga proses fermentasi berlangsung sempurna.
Bagaimana perbedaan kandungan kandungan nutrisi Kulit Kopi yang difermentasi
dan tidak? Untuk itu tman-tman bisda lihat di Tabel 1. Sebagai berikut:
Tabel 1. Hasil Analisis Proksimat
Limbah Kopi
No.
|
Perlakuan
|
Komposisi (%)
|
||||
Protein kasar
|
Serat kasar
|
Lemak
|
Kalsium
|
Phosfor
|
||
1.
|
Tanpa Fermentasi
|
6.67
|
21.40
|
1.04
|
0.21
|
0.03
|
2.
|
Fermentasi dengan Aspergillus Niger
|
12.42
|
11.05
|
1.05
|
0.34
|
0.07
|
Bagaimana pengemapilakian dari
fermentasi kulit kopi?
pemberian kulit kopi 100 – 200
gr/ekor/hari pada kambing PE meningkatkan pertumbuhan rata-rata dari 68,15 gr
(pakan tradisional) menjadi 99,25 – 100,10 gr/ekor/hari.
Itulah informasi untuk
teman-teman mengenai fermentasi limbah kulit kopi menjadi pakan ternak, semoga
dapat bermanfaat. Jika teman teman ada pertanyaan ataupun saran yang mebangun seputar
ini silak berkomentar trimakasi……



Comments
Post a Comment