![]() |
| Tanaman Refugia |
Padi merupakan komuditas tanaman yang sangat penting karena merupakan bahan pangan pokok yang digunakan di Indonesia, kebutuhan akan beras selalu meningkat setiap tahunnya seiring dengan peningkatan jumlah penduduk di Indonesia. Produksi padi akan menurun dengan adanya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), petani yang umumnya menggunkan pestisida anorganik dalam penanganan OPT tentunya akan menimbulkan dampak negatif seperti resistensi hama, serusjensi hama dan berkurangnya musuh alami hama, tidak hanya itu penggunaan pestisida anorgaik juga akan menimbulkan residu yang akan mencemari tanah, air serta udara yang akan mempengaruhi kesehatan manusia dan mengganggu keseimbangan agro-ekosistem lahan. Keberadaan serangga musuh alami hama dapat digunakan dalam pengendalian hama yaitu dengan menyediakan makanan dan habitat dalam keberlangsungan hidup serangga musuh alami hama, dengan melakukan penanaman tanaman Refugia maka akan menyediakan habitat alternatif bagi banyak serangga predator. Penanaman tanaman Refugia di sekitaran lahan yang memiliki bunga indah dan memiliki warna yang bervariasi tentunya akan sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai agrowisata yang bertujuan untuk membantu meningkatkan pendapatan petani dan sektor pertanian akan mendapat keuntungan dari aktivitas agrowisata.
Tanaman Refugia merupakan tanaman yang mampu menarik kedatangan serangga musuh alami hama dengan menggunakan karakter morfologi dan fisiologi dari bunga, yaitu ukuran, bentuk, warna, keharuman, periode berbunga serta kandungan nectar dan polen (Erdiansyah dan Putri, 2017). Jenis tanaman Refugia yang dapat digunakan adalah Refugia penghasil bunga seperti bunga matahari, kenikir, bunga kertas, bunga tagetes dan Arachis. Serangga-serangga musuh alami seperti kumbang, lebah, semut, dan serangga hama seperti thrips, kupu-kupu sangat tertarik dengan tanaman yang berbunga dengan warna mencolok serta berbau. Penelitian yang dilakukan oleh Erdiansyah dan Putri pada tahun 2017 menunjukjkan bahwa total musuh alami tanaman padi tanpa tanaman Refugia adalah sebanyak 305 ekor, tanaman padi dengan tanaman Refugia sebanyak 438 ekor, hal ini menunjukkan dengan adanya tanaman Refugia maka jumlah musuh alami hama tanaman padi semakin bertambah sehingga hama padi seperti wereng hijau, wereng coklat, walang sangit, penggerek dan belalang hijau dapat diatasi.
Penanaman tanaman Refugia dengan berbagai jenis dan warna tentunya tidak hanya menyediakan habitat bagi serangga musuh alami hama tetapi juga menyuguhkan pemandangan yang indah bagi petani dan masyarakat, sehingga apabila pada setiap pematang yang mengelilingi sawah ditanami tanaman Refugia tentunya akan menambah keindahan sawah. Tanaman Refugia ini membawa suasana yang indah dipandang mata sehingga dapat dijadikan sebagai terapi antistres yang melanda masyarakat akibat stress akan tuntutan, tekanan dan beban dalam pekerjaannya. Keindahan tanaman disawah akan membuat sebuah ketertarikan bagi siapapun yang melihatnya. Potensi keindahan yang ditawarkan oleh tanaman Refugia dapat dijadikan sebagai wisata alternatif yang ramah lingkungan yaitu Agrowisata persawahan dan tanaman bunga.
Penanaman tanaman Refugia ini sangat mudah yaitu dengan memperhatikan waktu penanaman Refugia pada pertanaman padi diusahakan saat pembuatan guludan selesai, dengan menanam Refugia pada pinggiran guludan atau tanah kosong disekitar sawah. Pada saat tanaman padi baru mulai tumbuh, Refugia sudah berbunga, sehingga dapat menyediakan makanan untuk musuh alami hama dan padi dapat terhindar dari beberapa hama tanaman (Suryana, 2017). Penggunaan tanaman Refugia sebagai penghalau hama tanaman ini juga dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan petani dalam pemeliharaaan tanaman karena biaya yang dikeluarkan dalam penanaman tanaman Refugia relatif lebih murah dibandingkan dengan penggunaan pengendali hama anorganik, selain itu dapat dijadikan sebagai sumber pengahasilan bagi para petani karena keindahannnya banyak masyarakat yang berdatangan menikmati panorama keindahan untuk menghilangkan stress, mata akan dimanjakan ketika melihat lahan pertanian yang subur nan hijau yang dikelilingi oleh tanaman bunga yang bermekaran atau masyarakat yang ingin bermain maupun sekedar berfoto dengan berlatarkan warna warni bunga nancantik, petani dapat menarik biaya parkir dari para pengunjung atau menarik biaya masuk ke areal persawahan sehingga tanaman Refugia tidak hanya digunakan dalam pengendalian hama terpadu dalam menghasilkan produk yang sehat dan berkualitas tetapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat tani.
Daftar Pustaka
Erdiansyah, I. dan Putri, S. U. 2017. Optimalisasi Fungsi Bunga Refugia sebagai Pengendali Hama Tanaman Padi (Oryza sativa L.). Politeknikik Negeri Jember, Jember. Suryana, Y. 2017. Refugia. http://sumsel.litbang.pertanian.go.id/BPTPSUMSEL/b erita-refugia.html#ixzz5MWweLj97. [28 Juli 2018].
Jika ada pertanyaan sobat bisa langsung saja berkomentar di bawah dan saya dengan senang hati menjawab dan jangan lupa kunjungi Website Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK).



jurnal penelitiannya ada mas?
ReplyDelete