Pengertian jamu seperti yang tertuang dalam Permenkes No.003/Menkes/Per/I/2010 yaitu bahan atau ramuan bahan yang berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Jamu tidak hanya digunakan oleh manusia namun penggunaan jamu juga diterapkan pada ternak karena memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan ternak. Manfaat penggunaan jamu bagi manusia maupun ternak adalah untuk meingkatkan daya tahan tubuh (sebagai imunomodulator), mencegah dan menyembuhkan penyakit serta pemulihan kesehatan. Peternak yang menggunakan jamu, diperoleh hasil bahwa pertumbuhan dan kesehatan ayam menjadi lebih baik, ternak menjadi jarang terserang penyakit, aroma daging dan telur (unggas) menjadi tidak amis, dibandingkan dengan ternak yang tidak diberi jamu, bahkan kotoran ternak menjadi tidak mempunyai bau menyengat.
Cara Pembuatan jamu ternak
Bahan dan peralatan yang digunakan untuk membuat jamu ternak sebagai berikut :
Peralatan
- Pisau
- Blender
- Drum plastik
- Ember
- Literan
- Kayu pengaduk
- Temulawak 0,5 kg
- Temu ireng 0,5 kg
- Temu giring 0,5 kg
- Laos/lengkuas 0,5 kg
- Jahe 0,5 kg
- Kunyit 0,5 kg
- Kencur 0,25 kg
- Molase/tetes tebu 0,5 kg
- Probiotik 0,5 kg
- Air sebanyak 100 liter.
Dalam pembuatan jamu ternak perlu memperhatikan tahapan dalam pembuatan.
- Siapkan semua alat dan bahan yang akan digunakan
- Buat larutan molases dan probiotik (EM4) ditambah air 10 liter, dengan cara diaduk hingga rata dan diamkan selama 30 menit.
- Selagi menunggu larutan yang pertama parut bahan-bahan yang telah dipersiapkan tadi.
- Setelah semua bahan-bahan selsai diparut, campur hasil parutan ke dalam 90 liter air kemudian ambahkan laruan perama ang elah di bua tadi.
- Aduk-aduk rata semua laruan hingga menyatu (homogen).
- Tutup drum hingga rapat, dan simpan di ruangn atau tempa yang tidak terkena sinar matahari langsung.
- Selama proses fermetasi yaitu sekitar 7 hari tutup drum di buka selama 5 menit untuk menghilangkan gas dan jangan lupa untuk mengaduk kembai larutan.
- Setelah itu tutup kembli penutup drum.
- Pada hari ke 8 larutan dalam drum disaring, larutan hasil saringan merupakan jamu yang sudah siap untuk dipergunakan.
Melalui pemanfaatan jamu ayam yang dirancang dari tanaman obat-obatan ini mempunyai pengaruh positif pada kekebalan tubuh terhadap penyakit dan mampu mengatasi masalah residu antibiotik yang dihadapi peternak sehingga produk ayam berupa daging dapat menjadi produk yang aman yang bebas dari bibit penyakit dan virus sehingga gizi yang terdapat pada daging ayam tersebut dapat terjaga dan terbebas dari campuran antibiotik kimia sehingga menjadi produk yang aman, sehat, utuh dan halal dan juga penggunaan antibiotik kimia dapat dikurangi.
Jika ada pertanyaan sobat bisa langsung saja berkomentar, saya dengan senang hati akan menjawab.......

Comments
Post a Comment